Bentuk Pemerintahan Jerman dari Masa ke Masa

Bentuk Pemerintahan Jerman dari Masa ke Masa

Bentuk Pemerintahan Jerman – Setiap negara menganut sistem pemerintahan dan bentuk pemerintahan yang berbeda-beda. Sistem pemerintahan menunjukkan siapa yang menjalankan pemerintahan dalam suatu negara.
Sedangkan bentuk pemerintahan merupakan pengelompokan negara berdasarkan letak kekuasaan tertinggi dalam sebuah negara. Dengan kata lain, bentuk pemerintahan dilihat dari siapa yang menjadi kepala negaranya.

Beberapa bentuk pemerintahan yang dianut negara negara di dunia yaitu:

1. Monarki

Monarki merupakan bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh raja atau ratu sebagai pemegang kekuasaan negara.

2. Tirani

Tirani merupakan bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh satu orang dimana kekuasaan ini terkonsentrasi pada satu orang, yang dijalankan sewenang – wenang secara otoriter dan absolut.

3. Aristokrasi

Aristokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh beberapa orang yang memiliki peranan penting.

4. Oligarki

Oligarki merupakan bentuk pemerintahan dimana kekuasaan politiknya dipegang oleh kelompok elit kecil masyarakat. Baik itu dibedakan menurut keluarga, kekayaan, atau militer.

5. Demokrasi

Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan dimana semua warga negaranya memiliki hak yang setara dalam pengambilan keputusan. Demokrasi mengizinkan setiap warga negaranya berpartisipasi baik secara langsung ataupun melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.

Nha, itu tadi bentuk pemerintahan yang dianut negara – negara di dunia. Bagaimana dengan bentuk pemerintahan Jerman? Simak uraiannya berikut ini.

Bentuk Pemerintahan Jerman dari Masa ke Masa

Pada awalnya pemerintahan Jerman berbentuk kekaisaran. Namun setelah terjadinya perang Perancis – Prusia pada tahun 1870 – 1871, sistem pemerintahan Jerman berubah menjadi sistem parlementer dengan Kanselir sebagai kepala pemerintahannya. Pada masa itu, Otto von Bismarck menjadi kanselir yang pertama di Jerman.

Berakhirnya Perang Dunia I meruntuhkan kekaisaran Jerman sekaligus menandai era republik dengan berdirinya Republik Weimar pada tahun 1919. Bentuk pemerintahan demokrasi ini berakhir pada tahun 1933.
Setelah Adolf Hitler ditunjuk sebagai kanselir pada tahun 1933, Hitler merubah bentuk pemerintahan Jerman menjadi tirani. Hitler kemudian menjadi kepala negara sekaligus kepala pemerintahan yang menjalankan pemerintahan secara otoriter. Di bawah kepemimpinan Hitler, Jerman menginvasi Polandia pada bulan Desember tahun 1939.

Baca Juga  Luas Wilayah Jerman, Perbatasan dan Letak Geografisnya

Invasi tersebut memicu terjadinya Perang Dunia II di Eropa. Pemerintahan otoriter yang dijalankan Hitler membawa kekalahan dan kehancuran Jerman dalam Perang Dunia II. Kekalahan dalam Perang Dunia II membuat Jerman kehilangan wilayah timur yang jatuh ke tangan Polandia dan Rusia.

Kekalahan Jerman pada Perang Dunia II juga berdampak pada terpisahya wilayah Jerman dengan munculnya Republik Federal Jerman (Jerman Barat) dan Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur). Jerman Barat muncul sebagai negara kapitalis dengan sistem ekonomi pasar sosial. Bentuk pemerintahan Jerman Barat adalah demokrasi parlementer.

Jerman Barat bersekutu dengan Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Sementara Jerman Timur yang bersekutu dengan Uni Soviet, menjalankan pemerintahan dengan bentuk otoriter dengan sistem ekonomi yang meniru ekonomi Uni Soviet. Dengan sistem pemerintahan yang otoriter, banyak penduduk Jerman Timur yang melarikan diri menuju ke Jerman Barat.

Semakin banyaknya warga Jerman Timur yang lari ke Jerman Barat membuat pemerintah Jerman Timur membangun Tembok Berlin sebagai tembok pembatas antara Jerman Timur dan Jerman Barat. Ini dilakukan pemerintah Jerman Timur sebagai upaya mencegah semakin besarnya penduduk Jerman Timur lari ke Jerman Barat.

Pada tahun 1989 di Jerman Timur mengalami perubahan politik radikal dan pengaruh Uni Soviet mulai berkurang. Setelah beberapa minggu terjadi kerusuhan sipil, pemerintah Jerman Timur pada tanggal 9 November 1989 mengumumkan bahwa rakyat Jerman Timur boleh bepergian ke Jerman Barat.

Selanjutnya, Jerman Barat dan Jerman Timur bersatu kembali pada tahun 1990. Penyatuan kembali atau reunifikasi Jerman ini ditandai dengan runtuhnya Tembok Berlin. Dengan penyatuan tersebut, Jerman kemudian berubah menjadi Republik Federal Jerman dengan kepala negaranya adalah presiden dan kepala pemerintahannya adalah kanselir.

Baca Juga  Gambaran Biaya Hidup di Jerman untuk Siswa Internasional
No Comments

Post A Comment