5 Aturan Grammar Bahasa Jerman Dasar

grammar bahasa jerman

5 Aturan Grammar Bahasa Jerman Dasar

Grammar Bahasa Jerman – Untuk melatih kemampuan berbicara, banyak yang menyarankan untuk tidak terlalu peduli pada grammar atau tata bahasa. Tidak ada yang salah dengan pendapat ini.

Karena kalau terlalu fokus pada tata bahasa lalu melupakan praktek bicara, kita tidak akan bisa bicara dengan lancar. Atau lebih buruk lagi, kamu akan frustasi karena tata bahasa yang rumit.

Tapi pada level tertentu, kita tetap harus mempelajari grammar bahasa Jerman. Meski mungkin tidak mempelajari semuanya.

Karena tata bahasa akan membantu menyampaikan kalimat dengan benar dan menghindari beberapa kesalahan mendasar. Jangan sampai orang Jerman tertawa karena kesalahan gramatik bahasa Jerman yang sangat dasar.

5 Aturan Dasar Grammar Bahasa Jerman

grammar bahasa jerman

Untungnya, grammar bahasa Jerman tidak serumit yang dibayangkan orang. Agar lebih simpel, kita bisa menfokuskan pada beberapa aturan paling penting.

Dengan cara ini, kamu bisa menghemat waktu dan tenaga. Nah ingin tahu apa saja aturan dasar yang akan menjadikanmu master dalam grammar bahasa Jerman? Ini dia jawabannya.

1. Kata kerja ada di urutan kedua

Jangan khawatir dengan kata kerja bahasa Jerman. Walau tidak selalu, tapi biasanya kata kerja atau das varb berada di urutan kedua dalam kalimat.

Kalau tidak percaya, lihat beberapa contoh ini:

Ich liebe dich (aku cinta kamu)
Wir lernen Mathematik (kami belajar Matematika)
Er spielt Fußball (dia bermain sepakbola)
Sie lebt in London (dia tinggal di London)

Kalau diperhatikan, bentuk kalimat di atas mirip dengan bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Tapi kalau kamu ingin membuat kalimat tanya, pindah kata kerja ke posisi pertama.

Liebst du mich? (apakah kamu cinta aku?)
Lernt ihr Mathematik? (apa kalian belajar Matematika)
Spielt er Fußball? (apa dia bermain sepakbola)
Lebt sie in London? (apa dia tinggal di London)

Untuk pemula, bisa membuat kalimat sederhana sudah sangat hebat. Tapi berikutnya kamu akan berhadapan dengan aturan yang lebih rumit, seperti kata kerja ganda, kata sambung, modal, dll. Tapi tenang saja, jalani step by step. Kalau sudah terbiasa, tidak ada yang sulit dari bahasa Jerman.

Baca Juga  7 Cara Belajar Bahasa Jerman Otodidak

2. Kata benda selalu diawali huruf kapital

Perhatikan contoh kalimat di atas. Mathematik dan Fußball diawali dengan huruf kapital. Jangan dikira itu salah ketik ya!

Karena dalam tata grammar bahasa Jerman, semua kata benda (yang menunjukkan orang, benda, dan tempat) harus diawali huruf kapital.

Agar lebih jelas, lihat kalimat di bawah ini:

Ich spreche Deutsch (saya berbicara bahasa Jerman)
Es sind vier Stifte in meiner Tasche (ada empat pena di tasku)
Er liebt Winter (dia suka musim dingin)
Du hast wunderschöne Augen (kamu memiliki mata yang indah)
Mueller hat große Ohren (Mueller memiliki telinga yang besar)

Deutsch (bahasa Jerman), Stifte (pena), Tasche (tas), Winter(musim dingin), Augen (mata), Ohren (telinga) merupakan kata benda, sehingga harus dikapitalkan.

Walau kata benda atau Das Nomen diawali huruf kapital, tapi tidak dengan kata ganti. Kata ganti tidak pernah berhuruf besar, kecuali di awal kalimat.

3. Urutan kata keterangan waktu, cara, dan tempat

Dalam kalimat, kata keterangan akan memberi informasi mengenai kapan, bagaimana, dimana, atau seberapa sering peristiwa terjadi.

Nah ketika ada beberapa kata keterangan yang muncul berurutan, maka dalam bahasa Jerman harus sesuai urutan: 1) waktu (kapan, seberapa sering?), 2) cara (bagaimana terjadi, dengan siapa?), 3) tempat (dimana?).

Contoh:

Ich fahre um acht Uhr mit dem Bus zur Schule (Saya naik bus ke sekolah pada jam delapan)

Terjemahan di atas sudah menyesuaikan dengan susunan kata yang biasa digunakan di Indonesia. Tapi kalau diterjemahkan kata per kata, urutannya mengikuti keterangan waktu, cara, dan tempat:

1)Keterangan waktu: um acht Uhr (jam delapan)
2) Keterangan cara: dem Bus (dengan bus)
3) Keterangan tempat: zur Schule (ke sekolah)

Contoh kalimat lainnya:

-Ich werde am Dienstag (1) schnell (2) in die Stadt (3) gehen (aku akan pergi dengan cepat ke kota pada hari selasa)

4. Jenis kelamin pada kata benda

Aturan jenis kelamin menjadi ciri khas lain dari bahasa Jerman. Bagi yang terbiasa belajar bahasa Inggris, pasti heran dengan aturan ini.

Karena setiap kata benda bahasa Jerman memiliki salah satu dari 3 jenis kelamin: maskulin, feminin, atau netral. Lalu bagaimana kita tahu jenis kelaminnnya?

Kalau kita membaca tulisan berbahasa Jerman, jenis kelamin bisa dikenali dari “the” yang muncul sebelum kata benda.

Masculine- Der
Feminine- Die
Neuter- Das

Terkadang jenis kelamin juga bisa diketahui dari akhiran kata bendanya. Contoh:

Der Lehrer (guru pria)
Die Lehrerin (guru wanita)
Der Student (siswa pria)
Die Studentin (siswa perempuan)

Baca Juga  10 Tempat Wisata di Jerman Paling Populer

Sayangnya sebagian besar kata benda tidak memiliki pola seperti contoh di atas. Contoh:

der Mann (pria)
die Frau (wanita)
der Baum (pohon)
der Fluss (sungai)
der Ball (bola)
der Vogel (burung)
die Ente (bebek)
die Uhr (jam)
die Kamera (kamera)
das Kind (anak)
das Buch (buku)
das Rad (sepeda)

Kita tidak tahu kenapa pohon dihukumi berjenis kelamin pria atau burung berjenis kelamin perempuan. Tinggal ikuti saja seperti yang sudah ditentukan orang Jerman.

Sehingga mau gak mau kita perlu menghapal kosakata beserta jenis kelaminnya. Dan ini berhubungan dengan kebiasaan. Semakin sering berinteraksi dengan kosakata Jerman, semakin mudah mengetahui jenis kelamin dalam belajar grammar bahasa jerman.

5. Akhiran bentuk jamak

grammar bahasa jerman

Dalam bahasa Inggris, sangat mudah untuk menunjukkan kata benda jamak. Kita tinggal menambahkan akhiran -s. Tapi di Jerman kata jamak bisa dibentuk dengan berbagai cara. Diantaranya dengan akhiran -e, -er, -n, -en, dan -s.

Lagi-lagi, tidak ada aturan yang jelas akhiran mana yang harus digunakan. Jadi kita hanya bisa menghapal bentuk jamak dari tiap kosakata yang dipelajari.

– Bentuk jamak dengan akhiran -s
Das Auto (mobil), die Autos (mobil-mobil)
Das Radio (radio), die Radios (radio-radio)
Die Kamera (kamera), die Kameras (kamera-kamera)
Die Mutti (ibu), die Muttis (para ibu)

– Bentuk jamak dengan akhiran -n
Der Vater (ayah), die Vätern (banyak ayah)
Die Blume (bunga), die Blumen (bunga-bunga)
Die Banane (pisang), die Bananen (pisang-pisang)
Das Bett (tempat tidur), die Betten (banyak tempat tidur)

– Bentuk jamak dengan akhiran -e
Der Hund (anjing), die Hunde (anjing-anjing)
Der Teppich (karpet), die Teppich (karpet-karpet)
Die Hand (tangan), die Hände (tangan-tangan)
Das Tier (hewan), die Tiere (hewan-hewan)

– Bentuk jamak dengan akhiran -er
Der Mann (Pria), die Männer (para pria)
Das Kind (anak), die Kinder (anak-anak)
Das Wort (kata), die Wörter (kata-kata)
Das Haus (rumah), die Häuser rumah-rumah)

Nah semoga pengenalan 5 aturan grammar bahasa jerman tadi membantu kalian memahami bahasa Jerman. Belajar tata bahasa memang menantang, tapi ini justru baik untuk melatih kecerdasan otak.

Untuk membiasakan dengan grammar bahasa Jerman, bisa dilatih dengan mendengar podcast atau membaca buku berbahasa Jerman.

Dan kalaupun belum terlalu menguasai tata bahasa, teruslah berlatih dan jangan takut berbicara. Bahkan orang Jerman tetap paham dengan kesalahan tata bahasa kita. Selamat berlatih!

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.