2 Cara Untuk Tinggal Sekaligus Magang di Jerman

magang di jerman

2 Cara Untuk Tinggal Sekaligus Magang di Jerman

Magang di Jerman – Magang atau Praktek Kerja Lapangan menjadi aktivitas yang sangat penting dan perlu dilakukan. Terutama untuk mahasiswa atau pelajar yang berhubungan dengan pekerjaan teknis.

Tidak hanya sekedar memenuhi syarat kelulusan, siswa memerlukan magang agar lebih siap terjun ke dunia kerja saat lulus kelak.

Dan pengalaman kerja yang minim ini sering dikeluhkan industri yang hendak merekrut alumni universitas maupun sekolah di Indonesia. Pengalaman saat magang bermanfaat dalam menambah semangat juang dan memberi wawasan di dunia kerja.

Biasanya program magang di jerman berlangsung selama beberapa bulan. Selama itu pula kamu akan ditempatkan di lingkungan kerja yang sesuai dengan jurusan studi.

Baca Juga  Inilah Daftar Beasiswa ke Jerman Paling Populer 2019

Dan kalau cukup beruntung, terkadang ada perusahaan yang memberi uang saku bagi peserta magang. Kalaupun tidak, pengalaman magang pasti sangat berharga untuk masa depan. Nah kali ini kami akan coba bahas mengenai bagaimana magang dilakukan di negara Jerman.

Di Jerman sendiri magang dikenal dengan istilah praktikum. Kalau di Indonesia, praktikum biasa diartikan sebagai praktik di laboratorium.

2 Jenis Magang di Jerman

magang di jerman

Sedang di Jerman, praktikum juga bisa dimaknai dengan magang atau internship di perusahaan. Nah agar lebih jelas, yuk kita bahas dua jenis magang di Jerman berikut ini.

1. Pflichtpraktikum

Pflicht dalam bahasa Jerman berarti wajib atau mandatory. Sehingga Pflichtpraktikum bisa diartikan sebagai magang wajib yang harus dijalani mahasiswa.

Karena sifatnya wajib, mahasiswa tidak bisa lulus sebelum menjalani aktivitas magang di jerman. Biasanya magang di Jerman dilakukan saat mahasiswa ada di semester 5 perkuliahan.

Tapi meski sifatnya wajib, tidak berarti kampus yang menyediakan perusahaan tempat magang. Justru mahasiswa yang diharuskan mahasiswa yang harus mencari sendiri, mengirim lamaran, dan wawancara layaknya rekrutmen pegawai.

Jadi mahasiswa yang berperan aktif untuk mencari lowongan magang di jerman melalui internet atau bisa bertanya pada dosen. Kalau kamu punya ide atau sudah memiliki target perusahaan tempat magang, kamu bisa mengunjungi situs mereka.

Biasanya website perusahaan menyediakan halaman “Careers” yang menyediakan info lowongan. Termasuk lowongan magang atau internship.

Tapi kalau ternyata kamu belum punya gambaran perusahaan yang dituju, kamu bisa mencari di beberapa situs yang sering menyediakan informasi lowongan magang. Misalnya dengan serching di berufsstart.de, jobguide.de, atau derpraktikant.eu.

Biasanya perusahaan Jerman banyak yang mencari Praktikant atau mahasiswa magang. Perusahaan senang dengan skill yang dimiliki mahasiswa tanpa harus mengeluarkan biaya. Kalaupun ada uang saku, nilainya sangat kecil dibanding gaji karyawan di Jerman.

Atau bisa juga dengan mencari info di bagian karir yang ada di tiap-tiap kampus. Biasanya mereka memiliki link yang kuat dengan perusahaan dan tahu informasi magang serta bagaimana menghubungi perusahaan tersebut.

Jadi jangan meremehkan kekuatan networking kampus. Kalau ternyata pihak kampus memiliki alumni di perusahaan tersebut, lebih mudah untuk mengirim mahasiswa magang.

Baca Juga  Langkah - Langkah Membuat Visa Studi di Kedutaan Jerman Jakarta

Lalu berapa lama Pflichtpraktikum berlangsung?

Sebagian besar Pflichtpraktikum memiliki durasi selama delapan minggu sampai maksimal dua belas bulan atau satu tahun.

Dan kalau Pflichtpraktikum berlangsung berbulan-bulan, berarti mahasiswa tidak bisa menjalani perkuliahan. Bahkan bagi mahasiswa swasta tidak harus membayar Studiengebühren atau biaya kuliah. Tapi mereka tetap harus membayar Semesterbeitrag.

Walau tidak mengikuti kuliah di kelas, jangan khawatir. Justru kesempatan magang memberi banyak pelajaran tentang dunia kerja di bidang studi yang kamu jalani.

Gunakan waktu magang untuk mendapat pengalaman praktis sebanyak-banyaknya. Karena pengalaman ini akan memudahkan dalam mendapat kerja.

Bahkan kalau mahasiswa meninggalkan kesan baik saat magang, bisa membuka peluang karir di perusahaan tersebut.

Karena ada banyak perusahaan besar di Jerman yang menawarkan program magang di jerman lanjutan atau merekrut setelah lulus kuliah. Selain itu, Pflichtpraktikum menjadi kesempatan mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang didapat di bangku kuliah.

2. Ausbildung

magang di jerman

Pflichtpraktikum hanya bisa dilakukan kalau kamu kuliah di Jerman. Dan untuk mendaftar kuliah, persyaratannya agak rumit. Terutama karena kamu diharuskan memiliki skill bahasa Jerman minimal B2 serta menyediakan jaminan finansial 8600 Euro atau 140 Juta Rupiah.

Nah kalau kamu merasa tidak mampu dengan syarat tersebut, ada cara lain magang di Jerman dengan syarat lebih rendah. Yaitu dengan ikut program ausbildung Jerman.

Ausbildung sendiri termasuk dalam salah satu kurikulum pendidikan Jerman. Awalnya diujukan untuk lulusan sekolah menengah Jerman yang tidak ingin lanjut ke perguruan tinggi.

Dengan ikut ausbildung, mereka diharapkan memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mandiri dan siap kerja. Nah di kemudian hari ternyata pemerintah Jerman membolehkan orang non Jerman iktu ausbildung.

Untuk ikut aubildung, kamu cukup memiliki skill bahasa pada level B1. Kamu juga tidak perlu menyediakan jaminan finansial. Justru azubi (sebutan untuk peserta ausbildung) akan mendapat uang saku bulanan dari perusahaan Jerman.

Siswa ausbildung minimal mendapat uang saku minimal 500 Euro per bulan. Besar kecilnya uang saku tergantung bidang kerja yang dijalani.

Bahkan ada yang mendapat uang saku sekitar 1000 Euro per bulan. Misalnya bagi azubi yang bekerja sebagai Altenpfleger atau perawat lansia. Dan uang saku ini akan naik tiap tahunnya.

Ada banyak bidang kerja yang bisa dipilih. Misalnya perhotelan, perawat, otomotif, teknisi, restoran, ekonomi, menajemen, dll.

Walau begitu, tidak semua bidang kerja ditawarkan pada azubi asal Indonesia. Biasanya program yang ada untuk Indonesia adalah perhotelan, restoran, atau perawat lansia. Adapun pekerjaan kantoran biasanya diperuntukkan bagi orang Jerman.

Program magang selama 3 tahun ini menggabungkan antara praktek kerja lapangan dengan teori di kelas. Antara praktek dan teori diberikan seimbang. Misalnya saja dalam 1 bulan siswa ausbildung bisa mendapat 2 minggu di kelas dan 2 minggu di lapangan.

Baca Juga  Universitas yang Menawarkan Kuliah Gratis di Jerman

Tapi ada juga perusahaan yang lebih banyak memberikan praktek. Karena memang inti dari ausbildung untuk menyiapkan pemuda yang siap pakai di dunia kerja.

Setelah 3 tahun mengikuti program ausbildung, kamu tidak perlu khawatir kesulitan mendapat pekerjaan. Kalau perusahaan puas, biasanya mereka akan meminta kamu untuk lanjut bekerja.

Berarti status kamu bukan magang lagi, tetapi pekerja dengan ikatan kontrak yang jelas. Jerman bisa dibilang krisis tenaga kerja, sehingga mereka sangat welcome dengan tenaga kerja asing.

Di akhir program azubi juga mendapat sertifikat ausbildung. Nah sertifikat ini sangat bermanfaat untuk mendapat pekerjaan, dimanapun kamu berada. Gimana, berminat daftar ausbildung?

Nah sekarang udah tahu kan program magang di Jerman. Buat kamu yang ingin ke Jerman, persiapkan diri dengan skill bahasa.

Karena apapun rencana kamu magang di Jerman, skill bahasa akan menjadi syarat utama. Selamat belajar bahasa Jerman ya!

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.